Adab Seorang Muslim

Diposting oleh mutiara hikmah on Sabtu, 18 Januari 2014


BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
            Kebiasaan adalah segala sesuatu yang kita lakukan terus menerus sehingga menghasilkan pola yang menyebabkan kita mengerjakan hal tersebut secara otomatis bahkan tanpa berpikir. Kebiasaan ada yang baik dan ada juga yang buruk, tergantung bagaimana mengatur kebiasaan tersebut. Kebiasaan berhubungan dengan adab. Adab adalah etika dalam kehidupan sehari-hari, dan adab sudah di atur dalam agama.Islam sudah mengatur bagaimana seorang manusia itu harus beradab. Untuk menciptakan adab yang baik dalam diri, diperlukan kebiasaan atau dengan cara terus menerus atau berulang-ulang. Sehingga kita harus mengetahui bagaiman cara-cara membentuk kebiasaan itu dan kebiasaan-kebiasaan apa yang perlu dibentuk.


            “Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al-Qur’an itu menimbulkan pengajaran begi mereka “ (QS.Thaha: 113)
            Mempelajari bagaimana suatu kebiasaan terbentuk, akan membuat kita mampu dengan mudah membentuk suatu kebiasaan baru yang bagus dan menghilangkan kebiasaan buruk kita. Selain itu mempelajari adab juga akan memberikan wawasan dan pengetahuan  kita tentang bagaimana adab yang baik menurut agama itu sebenarnya. Serta adab-adab apa saja yang harus dilakukan dan adab apa yang harus ditinggalkan.Bahkan bukan hanya menjadi sebuah pengetahuan atau wawasan melainkan akan mudah dipraktekkan atau diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
B.RUMUSAN MASALAH
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
·         Bagaimana cara untuk membentuk kebiasaan itu?
·         Adab apakah yang harus dimiliki seorang muslim?
·         Adab apakah yang harus ditinggalkan oleh seorang muslim?
·         Apa saja keuntungan memiliki kebiasaan atau adab yang baik?
C.TUJUAN
            Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
ü  Mengetahui cara membentuk sebuah kebiasaan
ü  Mengetahui adab baik yang harus dimiliki seorang muslim
ü  Mengetahui adab buruk yang harus ditinggalkan oleh seorang muslim
ü  Mengetahui keuntungan memiliki kebiasaan atau adab yang baik, sehingga memacu kita untuk mengamalkannya dengan baik pula


BAB II­

PEMBAHASAN

Kebiasaan adalah segala hal yang kita lakukan secara otomatis atau bahkan tanpa berpikir. Kebiasaan ini bisa mencakup apa saja, mulai dari berfikir, sikap mental, cara makan, berjalan, membaca bahkan berbahasa. Semua itu muncul bahkan tanpa kita sadari, akibat dari pengulangan-pengulangan yang tidak disadari pula. Proses terbentuknya kebiasaan pada manusia:
Pemikiran-Tujuan - Aksi -Kebiasaan –Kepribadian
Pemikiran adalah pangkal dari terbentuknya kebiasaan, pemikiran yang berbeda akan membentuk cara pandang yang berbeda. Seorang muslim akan selalu menjadikan akhirat sebagai tujuannya karena cara pandang (aqidah) yang yakini bahwa dunia bukanlah akhir dari kehidupan melainkan hanya tempat singgah sementara.
“ Bagaimana jika (nanti) mereka Kami kumpulkan pada hari (kiamat ) yang tidak diragukan terjadinya dan kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan  mereka tidak dizalimi (dirugikan)?”( QS. Ali Imran:25)
Perbedaan cara pandang tentang dunia akan melahirkan perbedaan aktivitas. Bagi non muslim, mereka hanya memperhatikan materi atau kekayaan saja. Jadi apapun yang ia lakukan hanya untuk memenuhi kesenangan dalam mendapatkan materi/kekayaan tersebut. Seorang muslim juga boleh menjadi kaya. Namun ia tidak akan terjebak dalam menikmati kekayaan, melainkan akan lebih fokus dengan bagaimana kekayaan itu akan mengantarkan dia kepada tujuannya. Seperti mencari kekayaan untuk memberangkatkan orangtua pergi haji atau untuk membantu jihad saudara kita di palestina, bisa juga untuk membantu saudara kita sesama muslim yang kekurangan.
            Untuk membentuk sebuah kebiasaan diperlukan yang namanya latihan dan pengulangan dalam rentang waktu tertentu. Latihan perlu dilakukan agar kita membentuk kebiasaan dengan cara yang benar, sedangkan pengulangan untuk menyempurnakannya. Dalam melakukan pengulangan dibutuhkan waktu yang tidak singkat, seperti nasihat Imam Syafi’i kepada siapa saja yang ingin menguasai suatu ilmu:
“Wahai saudaraku, kalian tidak akan dapat menguasai suatu ilmu kecuali dengan 6 syarat yang akan saya sampaikan: dengan kecerdasan, menuntutnya dengan bersemangat, dengan kesugguhan, dengan memiliki bekal (investasi), bersama pembimbing, serta waktu yang lama

Jangan tergesa-gesa dalam membentuk suatu kebiasaan karena semua itu membutuhkan waktu. Mungkin pada awalnya akan terasa sulit, namun lama-kelamaan hal itu akan menjadi lebih mudah.
Yang diperlukan hanyalah keinginan untuk mencoba dan mencoba. Jangan menyerah.
           
            Kebiasaan akan membentuk kepribadian. Kepribadian seseorang dilihat dari bagaimana dia beradab. Islam mengajarkan adab yang baik. Bahkan dalam hal terkecil seperti makan dan tidur.
Dari Umar bin Salamah radhiallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:” Sebutlah nama Allah (bacalah basmallah), dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah dari makanan yang dekat dengan kamu” (Mutafaq’alaih)
Dari Hudzaifah radhiallahu’anhu,katanya:
“Apabila Rasulullah shalallahu alaihi wasallam hendak tidur di waktu malam, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya lalu mengucap: Allahumma bismika amutu wa ahya (Ya Allah dengan nama Mulah aku mati dan aku hidup). Dan apabila beliau bangun, lalu beliau berdoa: Alhamdulillaahil ahyaana ba’da ma amaatana wailaihin nusyuur (Segala puji bagi Allah yang memberikan kehidupan kepada kami sesudah mematikan kami dan kepadaNya tempat kembali)” (HR.Bukhari)

Hadits diatas adalah sebagian kecil dari beribu-ribu hadits yang menjelaskan tentang bagaiman cara beradab yang baik dalam islam. Dalam AlQuran juga dijelaskan bagaimana beradab yang baik.

“Dan orang-oarang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh Allah Maha Perkasa Maha Bijaksana.”(QS.At-Taubah:71)

Inti dari semua adab baik ada di dalam AlQuran. Dari jujur, amanah, memiliki sifat malu, menolong sesama muslim, ikhlas dalam berbuat kebaikan dan sebagainya.

Selain itu terdapat pula adab –adab yang harus di tinggalkan. Seperti dusta, mencuri, memfitnah dan adab- adab atau sifat buruk lainnya. Semua itu juga sudah dijelaskan dalam AlQuran maupun hadits.

 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).”(Al Baqarah:264)

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapt azab yang pedih.” (QS.Asy Syuara:42)

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian menawar barang dengan tujuan menipu orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah sekali-kali salah seorang kalian makan dan minum dengan tangan kiri, sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kiri.”(HR.Muslim)

Hadits dan ayat Al Quran diataspun barulah sebagian kecil dari beribu hadits ataupun ayat Al Quran yang membahas tentang larangan beradab buruk. Masih banyak adab buruk lain, seperti berzina, durhaka kepada kedua orangtua, tidak bersuci dan lain sebagainya.

Keuntungan dari memiliki adab yang baik adalah, tentu saja mendapatkan pahala dari Allah ta’ala. Selain itu orang yang memiliki adab yang baik akan disukai oleh orang-orang di sekitarnya. Karena setiap manusia tentulah menyukai orang yang beradab baik dan sopan. Selain itu memiliki adab yang baik berarti kita telah mengamalkan apa yang ada di dalam Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Semoga kita menjadi pengikutnya yang setia dan mendapatkan syafaatnya di hari kimat nanti. Amin





BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN
Kebiasaan bisa diperoleh dengan pemikiran, tujuan, dan aksi yang nyata. Sehingga lama-kelamaan akan membentuk sebuah kebiasaan dan menjadi sebuah kepribadian. Adab baik banyak terdapat di dalam AlQuran dan Hadits, begitu pula dengan adab buruk. Untuk mengetahuinya bacalah,  pahami dan biasakan untuk mengamalkan adab baik yang diberitahukan dalam AlQuran dan hadits. Serta biasakan untuk meninggalkan adab buruk  yang dijelaskan didalamnya. Memiliki adab baik membuat kita mendapat banyak keuntungan. Mendapat pahala dari Allah ta’ala, disenangi banyak orang dan mendekatkan diri kita kepada Nya.

B.SARAN
Demikian tugas makalah ini dibuat. Semoga bisa bermanfaat dan tulisan ini bisa menyadarkan kita akan pentingnya membentuk kebiasaan dan beradab dengan baik. Besar harapan agar tulisan ini bisa dipahami sebagimana mestinya. Mohon kritik dan saran dari ustadz agar tulisan selanjutnya menjadi lebih baik. Mohon maaf atas segala kesalahan yang terdapat dalam makalah ini.

Google+ Followers