Apakah Muntah itu Najis?

Diposting oleh mutiara hikmah on Jumat, 04 Oktober 2013


Bismillahhirrohmanirrohim...

Terdapat hadis dari Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يا عمار إنما يغسل الثوب من خمس : من الغائط , والبول , والقيء , والدم , والمني
“Wahai Ammar, pakaian harus dicuci jika terkena 5 hal: kotoran manusia, air kencing, muntah, darah, dan mani.”
Berdasarkan hadis ini, jumhur ulama: hanafiyah, Syafiiyah, dan Hambali berpendapat bahwa muntah hukumnya najis. Sementara malikiyah berpendapat bahwa muntah dihukumi najis jika telah berubah, tidak lagi seperti makanan.
(Fatwa islam no. 42929)
Akan tetapi yang benar, hadis di atas statusnya dhaif (lemah). Dinilai dhaif oleh beberapa ulama.
Hadis Ammar ini diriwayatkan Abu Ya’la Al-Mushili dalam musnadnya, Ad-Daruquthni, dan Al-Baihaqi. Al-Baihaqi mengatakan, ‘Ini hadis bathil, la ashla lahu (tidak ada di kitab hadis).’ Kemudian Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi menjelaskan sisi lemahnya. (Al-Majmu’, 2/549).
Ibnu Hajar juga menilai lemah hadis ini dalam At-Talkhis Al-Habir (1/33).
Mengingat hadis ini statusnya lemah maka tidak bisa menjadi dalil. Dan kita memiliki acuan kaidah: segala sesuatu itu suci, kecuali jika ada dalil yang menunjukkan bahwa itu najis.
Penulis (kitab Fiqh Sunah) tidak menyebutkan dalil untuk pendapatnya, kecuali pernyataan, ‘muntah itu disepakati najisnya’. Dan ini klaim yang tidak benar. Karena ada pendapat yang berbeda dari hal ini, yaitu pendapat Ibnu Hazm, dimana beliau menegaskan sucinya muntah seorang muslim. Dan ini pendapat imam As-Syaukani dalam Ad-Durar Al-Bahiyah, dan Shidiq Hasan Khan dalam syarahnya. Keduanya tidak menjelaskan sama sekali status najis muntah manusia. Itulah pendapat yang benar. kemduian As-Syaukani dan Shidiq Hasan Khan menyebutkan bahwa ada perselisihan tentang najisnya muntah. Kemudian mereka menguatkan bahwa muntah hukumnya suci.. (Tamam Al-Minnah, hlm. 53)
wallahuallam.....semoga bermanfatt  dan menambah ilmu untuk kita semua.

Google+ Followers